Kenangan Dalam

Posted: 3/28/2012 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 0 komentar
Suatu ketika, 
aku akan menemukanmu pada langit bisu yg berawan hitam. 
          Sehingga sesudahnya, 
                       bumi menjadi basah tak bernoda. 
Memutuskan menikmati malam, 
      menikmati kedinginan yg berkompot dg kerinduan. 
Apa kabar di luar jendela? 
                                           Kepada butir bulir rindu
kepada pepohonan di luar yg menikmati julang.
 Kepada yg tak bernama. 
                                                   Kepada siapa saja entah rindu yg sudah patah, bersama reranting.
                             puisi ini aku buat untukmu. 
untuk kenangan yg tenggelam sampai ke dalam.


(Malang, 27 Maret 2012)
Keep Reading...

JEJAK LANGKAH FORKESET

Posted: 9/11/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 2 komentar
Sederhana saja namanya. FORKESET. Sebuah akronim dari Forum Kesenian Seteluk adalah sekumpulan anak-anak, remaja, mahasiswa, guru, orang tua, pegawai negeri, pegawai kontrak, pegawai sukarela yang berasal dari kecamatan Seteluk dan memiliki keinginan untuk mengapresiasi hidup untuk disyukuri dan dilakoni dengan indah. Hidup di dunia itu sekali dan mesti dirayakan. Begitulah prinsipnya. Dirayakan, bukan berarti hura-hura, tetapi disyukuri sebagai suatu anugerah yang mesti dibagi. "Atas nikmat Tuhanmu, hendaknya kamu menyebut-nyebutnya"

Forkeset umurnya masih dini, dirikan pada Januari 2011 oleh sekelompok pemuda yang ingin membuat perubahan. Mereka ingin melakukan perubahan mulai dari sesuatu yang mereka sukai, yaitu seni musik. Tapi seiring berjalanannya waktu, mereka sadar bahwa seni memiliki scoop yang luas baik itu dalam pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, budaya, politik, dan keagamaan.

Seni bagi mereka adalah bagaimana mengolah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu banget. Alhamdulillah yah, Forkeset sebagai sebuah komunitas seni telah mengadakan banyak kegiatan sosial maupun kegiatan dalam lingkup intern komunitasnya.

Maka tak ada salahnya jika di sini kita tulis saja jejak langkah sang Forkeset selama ini sebagai sarana untuk muhasabah diri dan spirit ke depan.


23 FEBRUARI 2011 : GIVE SETELUK A MUSIC

Pada tanggal 23 Februari 2011 Forkeset mengadakan pentas musik yang bertajuk " Give Seteluk a Music". Acara ini dimeriahkan oleh 30 band mulai dari Utan sampai sekongkang. Acara yang dimulai dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita di Gedung Bulu Tangkis ini sukses menggaet hati masyarakat Seteluk.


 Gbr. Salah satu band asal Utan yang sedang perform

 Gbr. Panitia acara sedang sibuk berdiskusi mempersiapkan panggung di malam hari

Pentas musik ini menjadi titik tolak tumbuhnya keinginan untuk membangun kesadaran bersama dalam membentuk komunitas yang terorganisir secara profesional.

17 APRIL 2011: TRAINING LEADERSHIP

Melanjutkan program-programnya, pada tanggal tersebut Forkeset mengadakan pelatihan pengembangan diri bagi anggota-anggotanya. Beberapa narasumber dihadirkan sebagai pembicara baik itu dari yang expert dalam seni maupun dalam management SDM. Acara yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Seteluk ini dimulai dari pukul 08.00 - 14.00 Wita.

Gbr. suasana training leadership

TANGGAL 6 SEPTEMBER 2011: PARADE MUSIK KEMENANGAN & HALAL BIHALAL

Boleh dibilang acara inilah yang paling berkesan bagi anggota-anggota Forkeset. Betapa tidak acara ini berlangsung dan digagas ketika suasana Ramadhan dan Idul Fitri masih terasa. Beberapa anggota Forkeset yang sedang kuliah di luar KSB pun bisa hadir semua pada acara ini. Acara yang dimulai dari pukul 15.00 sore sampai pukul 23 malam ini diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Seteluk.




Di Balik Layar 
 

Itulah beberapa kegiatan yang dilakukan Forkeset dalam umurnya yang terbilang masih bayi. Tentu saja dalam kegiatannya terdapat bantuan dari beberapa tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, sponsor, pemuka agama dll. Untuk itu Forkeset sangat mengapresiasi hal tersebut. Ke depan organisasi ini diharapkan terus berkiprah dalam memberi kontribusi bagi masyarakat sekitarnya. Maju terus Forkeset !!!
Keep Reading...

DATU SERAN KEDINGINAN !

Posted: 4/25/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 6 komentar
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!” (Soekarno)
Gbr.juru kunci makam di dalam makam seran

"Bahkan kadang saya menggunakan uang saya peribadi untuk memperbaiki pagar-pagar ini," ungkap juru kunci makam Seran, kepada kami di sebuah beruga di bawah pohon beringin di dalam makam.

Itu karena Anas Pataray mengajak saya berkunjung ke Makam Seran untuk liputan jurnalistik. Kami pergi karena sudah berjanji beberapa hari sebelumnya. Setelah mampir ke rumah juru kunci makam untuk memintanya sebagai pemandu, kami kemudian menyisir pematang sawah.

Untuk bisa sampai ke makam, kita harus sehat lahir batin. Ini bukan magis atau klenik ya! Ini beneran: untuk sampai ke sana kita harus sudi berjalan di bawah belukar bambu dan pematang sawah yang jaraknya sekitar dua kilometer dari perumahan penduduk. Di musim hujan begini, saya sarankan jangan membawa celana panjang: beceknya selutut. Mengharapkan pengunjung bisa memarkir kendaraan dua roda atau empat roda di dekat makam? Selamat tinggal!

KERAJAAN SERAN

Mungkin banyak orang KSB yang tidak menyangka bahwa kerajaan Seran adalah kerajaan yang sangat diperhitungkan oleh nusantara ketika itu. Ini bukan chauvimisme saya sebagai orang Seteluk. Diceritakan, dalam kitab Negara Kertagama karangan Empu Prapanca, kerajaan Seran disebut-sebut setidaknya dua kali. Bahkan, untuk menyebut nama pulau Sumbawa, kerajaan Majapahit ketika itu menyebut pulau ini sebagai pulau Seran (lihat Negara Kertagama).

Prajurit-prajurit kerajaan Seran juga  terkenal piawai dalam berperang. Ketika Gajah Mada melakukan ekspansi kerajaan Majapahit ke bagian timur nusantara, Gajah Mada dibuat kualahan oleh prajurit-prajurit Seran. Seorang wakil patih kerajaan Majapahit terbunuh dalam pertempuran itu. Jazadnya kemudian dimakamkan di sebuah makam yang kini dinamakan makam Seran (Muslimin Yasin, Bima en Sumbawa).

“Ini kubur-kuburnya siapa?” tanya saya kepada juru kunci makam. Tak ada yang tahu. Memang, sebanyak buku yang pernah saya baca, tak pernah disebutkan ini kuburnya siapa, itu kuburnya siapa dan tahun berapa dimakamkan. Pun juru kunci makam, beliau diam seribu kata. Yang bisa bercerita banyak mungkin adalah arsitektur nisannya.

Bentuk nisan di pemakaman kuno ini sangat ‘bhinneka tunggal ika’. Dari bentuknya, makam ini bisa diketahui telah menampung mayit tiga generasi: Hindu, Budha dan Islam. Bentuk nisan yang berstupa, menurut teori adalah peninggalan Budha. Bentuk nisan yang runcing adalah Hindu. Dan nisan yang berbentuk alakadarnya adalah Islam. Maka, makam seran adalah saksi sejarah yang bercerita kepada kita betapa kehidupan sosial di pulau Sumbawa telah lama bersintesa. Makam seran telah merekam jejak betapa kekuasaan itu silih berganti.

TAK SEPERTI MAKAM GUNUNG KAWI

Saya pernah ke Gunung Kawi. Saya bukan maniak makam ya! Kebetulan sewaktu kuliah di Malang, saya pernah menyempatkan diri rekreasi ke sini karena jaraknya yang relatif dekat (catatannya bisa dibaca di sini). Di makam gunung kawi (tempat orang yang (katanya) mencari pesugihan itu), bangunannya dibuat indah. Warga di sekitar makam mendapat keuntungan langsung dari adanya makam karena ramainya pendatang yang rekreasi ke sana.

Lalu makam Seran? Dalam Musrembang tingkat kecamatan 2011, saya bersama teman-teman FKPMS dan Forkeset telah mengusulkan untuk dibuat jalan usaha tani agar akses ke makam bisa dengan mudah dijangkau. Tidak ada alasan tidak ada dana, karena saya pernah menghadiri seremonial yang menghabiskan dana 700-an juta ini

Letak makam yang berada di dekat bukit tentu tak kalah indah jika dijadikan objek wisata. Di sana juga terdapat air terjun. Makam seran juga selalu disinggung dalam pelajaran-pelajaran di Sekolah Dasar. Saya selalu ingin melakukan studi wisata ke sana bersama siswa-siswi saya, tapi itu tak mungkin. Aksesnya berbahaya untuk mereka.

Makam seran tentu bukan tempat pesugihan, bukan juga tempat bertapa. Makam itu adalah saksi sejarah tentang keindonesian dan kesumbawaan. Andai saja Datu Seran masih ada, dia akan mendukung pemerintah pusat atau Pemda KSB dalam divestasi saham PT NNT? Mungkin dia hanya meminta ‘selimut’.
Keep Reading...

KESALAHAN KONSEP PADA BUKU BSE

Posted: 4/06/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 4 komentar
Bagaimana kalau buku yang kita baca itu, buku yang salah? Salah dalam artian buku tersebut menyajikan konsep yang keliru. Tidak semua isi buku, tapi ada beberapa saja yang salah. Manusiawikah sang penulis? Bagi saya, kesalahan penulisan kata itu bisa dimaafkan. Tapi kesalahan konsep, sungguh itu tak bisa dimaafkan. Terlebih jika buku tersebut adalah buku paket.


Ketika mengajar Matematika di kelas, saya menggunakan buku BSE. BSE adalah Buku Sekolah Elektronik yang disahkan dan dikeluarkan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas. Buku ini bisa diunggah gratis dan menjadi buku 'wajib' bagi sekolah di SELURUH Indonesia.

Dalam membahas konsep Balok, buku itu mendefinisikannya begini (seperti yang tertulis pada gambar):
Balok adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah) persegi panjang di mana setiap pasang persegi panjang saling sejajar (berhadapan) dan berukuran sama.

Memberi definisi berarti memberi batasan atas sebuah konsep. Definisi yang dibuat tidak boleh terlalu luas. Sebagai misal, ketika mendefinisikan konsep anjing.
Anjing adalah binatang berkaki empat yang hidup di darat.

Definisi di atas terlalu luas. Karena ada binatang, selain anjing, yang juga berkaki empat dan hidup di darat. Kerbau, misalnya. Contoh di atas adalah mendefiniskan sebuah konsep yang terlalu umum. Dan itu keliru. 


Kembali ke balok tadi.
Balok adalah sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah) persegi panjang di mana setiap pasang persegi panjang saling sejajar (berhadapan) dan berukuran sama.

Apakah jumlah pasangan persegi panjang pada sisi balok harus berjumlah 3 (enam buah) ? Tidak. Pada gambar di atas, baloknya hanya memiliki 2 pasang (empat buah) persegi panjang dan memiliki satu pasang sisi persegi. 

Lalu definisinya yang benar itu bagaimana? Buatlah definisi yang kira-kira mudah dipahami oleh bahasa anak. Definisi yang mutar-mutar dan terdiri dari banyak frasa dalam sebuah kalimat akan menyulitkan siswa dalam memahami maksudnya. Bahasanya mungkin bisa seperti ini:
Balok adalah bangun ruang bersisi enam yang tersusun dari paling sedikit dua pasang (empat buah) persegi panjang yang sejajar dan berhadapan. 

Itu saja. Mudah dimengerti bukan? 


Terus bagaimana dengan buku ini? Tentu tak semua isinya salah. Buku ini sudah beredar luas dan tidak mudah  memberitahukan kepada semua guru dan pencetak buku bahwa salah satu konsepnya keliru. Seharusnya, sebelum melepasnya ke publik, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional lebih selektif dalam memeriksa isi buku dan membeli lisensi pengarang !
Keep Reading...

ANAK SEKOLAH DAN BUNGA

Posted: | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 0 komentar
Anak sekolah dan bunga. Dua-duanya akan tumbuh, besar, dan memberi wangi. Namun siklus hidup mereka berbeda. Pun durasi. Jangan tanyakan durasi sehari kepada bunga. Juga jangan tanyakan arti kepakan suara kumbang kepada anak sekolah. Manusia dan bunga itu beda kerajaan.

Akhirnya kita hanya sepasukan makhluk yang tumbuh, dan ingin menyebar wewangian. Mungkin begitu.

Lokasi : SDN 3 Seteluk
Keep Reading...

SITAAN

Posted: 4/04/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 3 komentar
Terbuat dari cabangan ranting kayu. Dililit dengan karet pada kedua ujung cabangannya. Tak lupa diberi selembar kulit antar karet pada masing-masing cabangan.

Ketapel ini terletak di ruang guru. Saya kurang tahu ini milik siapa. Besar kemungkinan hasil sitaan dari siswa yang kedapatan membawanya ke sekolah. Kaca jendela pecah ! Jidat siswi robek ! Atau, siapa tahu, karena mereka benci dengan Sains, tiba-tiba saja ketika guru menjelaskan di depan kelas, mereka me-nge-ta-pe-li pak gurunya? Mereka akan beralasan:
"Sesungguhnya gaya yang disebabkan oleh elastisitas sebuah benda dinamakan gaya pegas, kan pak guru? Contohnya KETAPEL, kan pak guru?" 

Apakah ketapel masuk dalam kategori alat bermain (toy) ? Kita masukkan saja. Tapi bisa saja bukan. Ini sangat berbahaya jika dibawa ke dalam kerumunan manusia. Apalagi dibawa oleh anak-anak. 'Kalian harus punya ‘lisensi’.'

Jika dibawa ke kerumunan burung tak masalah. Di sini kita bicara habitat. Sekolah adalah habitat manusia, bukan habitat burung. Jika sebuah toy disalahgunakan menjadi senjata pemusnah kaca....ini bermasalah.

Menyita barang bawaan terlarang adalah tradisi turun-temurun Korps Persatuan Guru Republik Indonesia, PGRI. Kalau dulu semasa saya menjadi anak sekolah, sitaannya adalah jambu mete. Tapi sekarang itu sama sekali tak gaul. Beberapa hari yang lalu gambar bernomor disita oleh TU sekolah. Dan saya menyita kelereng siswa yang kedapatan krasak-krusuk di kelas. “Hahaha...ayo kasih ke pak Guru. Kenapa main di kelas? Hayoo !” Redaksional tulisannya sebenarnya diperhalus, padahal bunyi aslinya begini: “Woiiii....Suara apa itu?” Suasana diam. “Suara apa itu?” suasana makin sunyi. “Suara apa itu?” terdengar seperti lolongan.


“Lutfi maenin kelereng Pak !” aku salah seorang siswa.
"Siapa saja yang bawa kelereng, dikumpulkan ke meja Pak Guru !"

Tak ada malaikat sejujur anak-anak. Mereka jujur kacangijo kepada gurunya. Semua anak dengan senyum polos menyerahkan kelerengnya kepada pak Gurunya, laki-laki maupun perempuan. Baru saja saya menerapkan punishment kepada mereka.

Kenapa satu anak yang bersalah, tetapi kena hukum semua? Jawabannya ada di hati kita masing-masing. Mereka adalah team dalam kelas. Saya ingin mereka saling nasehat-menasehati. Itu saja.
Keep Reading...

HUJAN 27 MARET 2011

Posted: 3/28/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 3 komentar
Hujan itu, adalah garis tipis vertikal yang
menyerang kita secara gotong royong. kebanyakan hujan itu,
hanyalah rindu laut kepada gunung. Seperti anak kecil yg bermain di
papan seluncur. Dia naik dan turun. Naik lagi, dan turun lagi.

(Seteluk)
Keep Reading...

DUDUK MENUNGGU SENJA

Posted: 3/27/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 5 komentar
Blog saya ini akan saya tambahkan ragam fotonya. Foto-foto yang akan saya publish adalah foto hasil jepretan saya sendiri. Foto-fotonya bisa apa saja, dari human interest, landscape, atau apa saja. Saya namakan ragam ini dengan PHOTO OF THE BLOG. So. here it is…it is the first one. Ini adalah foto pilihan pertama saya minggu ini.

debat divestasi
DUDUK MENUNGGU SENJA
Dua orang kaula muda sedang duduk santai berdiskusi menunggu Maghrib datang.


Keep Reading...

TERUNTUK YANG BERMATA HUJAN BULAN

Posted: 3/24/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 0 komentar
Wahai sejujurnya engkau yang berfase
Tulisanku adalah kelembutan bulu anggora
Tulisanku adalah burung-burung:
Yang pulang
Yang kenyang
Yang singgah
Yang bermigrasi
Yang Yin
Yang Yang
Yang tidak kedinginan walau selepas musim-musim yg beku dan api..
Tulisanku adalah ruang kemungkinan
Tulisanku adalah harga diri..
Tulisanku adalah pohon-pohon hutan lindung di sebuah pojok bumi yg berguguran daun kemuning
Adalah hatimu yang akan kusemat untuk dijaga agar air tetap mengalir darinya
Tulisanku adalah tulisanmu
Tulisanku adalah kamu
Tulisanku adalah bintang-bintang
Ketika semua akan mengalir untukmu jikalau sejujurnya aku mencintaimu wahai
engkau yang bermata hujan bulan



Malang, 1 April 2010
Keep Reading...

ANDA BERPARAS JELEK? BERSYUKURLAH KARENA ANDA AKAN MENDAPATKAN YANG CAKEP

Posted: 3/18/2011 | Oleh Wahyu Firmansyah | Ragam Tulisan 5 komentar
Setelah beberapa tahun malas untuk memikirkannya. Ternyata semalam ilham itu datang juga. Ya, tentang gembar-gembor bahwa jodoh itu bersilang: yang cakep dapat yang jelek, dan yang jelek dapat yang cakep. Kalau dipikir-pikir ternyata masuk diakal juga. Mari kita coba membuat beberapa deskripsi:

1. Simbol kromosom wanita = XX sedangkan simbol kromosom pria = XY
Kecendrungan psikologis XX adalah MENUNGGU XY datang mengatakan cinta kepadanya (pasif).Sedangkan kecendrungan psikologis XY adalah MENGEJAR XX untuk mendapatkannya (aktif). Ini mungkin sejenis naluri, selain juga bentukan dari lingkungan.

2. Orang cakep (C), baik pria maupun wanita, karena merasa dirinya cakep, dia akan cenderung menunggu dan tidak mau mengejar (pasif). Orang jelek (J), baik pria maupun wanita, karena merasa dirinya jelek, dia akan aktif mengejar dengan berbagai cara (aktif, bahkan masif).

3. Karena C adalah pasif, maka pengalaman komunikasinya terhadap lawan jenis tidak ada. Sebaliknya karena J adalah aktif, pengalaman komunikasinya bertambah. Dan bukankah kebanyakan hubungan yg langgeng itu disebabkan oleh komunikasi yg baik?

4. Jika "Aktif" kita beri poin = 1, dan "Pasif" kita beri poin = 0. Maka mari kita masukkan data2 di atas !

Wanita + cakep = XX + C = 0 + 0 = 0
Wanita + jelek = XX + J = 0 + 1 = 1
Pria + cakep = XY + C = 1 + 0 = 1
Pria + jelek = XY + J = 1 + 1 = 2

5. Hidup ini akan selalu mencari titik kesetimbangan (evolusi). Tuhan itu maha ADIL. Tuhan juga menjodohkan makhluknya secara berpasang2an (Pria dg wanita). Berangkat dari 3 konsep ini, maka dapatlah ditarik sebuah kesimpulan bahwa.

*wanita cakep cenderung berpasangan dgn pria jelek = 0 + 2 = 2

*wanita jelek cenderung berpasangan dgn pria cakep = 1 + 1 = 2

Sekarang lihatlah di sekeliling anda. Perhatikan muka2 orang yg telah berjodoh. Lihat juga anda dan pasangan Anda. Apakah ini berlaku? Jika tidak berlaku, itu memang rejekinya dia, atau mereka lagi sama-sama sial.



Salam.
'Dokter' spesialis kulit dan kelamin.
Wahyu Firmansyah


Note: Pertanyaan dan keluhan bisa disampaikan lewat komentar.
Keep Reading...